Article Lembaga Penyedia Jasa Keuangan

Lembaga Keuangan Mikro: Secercah Perubahan

Kontribusi Lembaga Keuangan Mikro pada Ekosistem

Q
By Quantara Team
2 min read
Lembaga Keuangan Mikro: Secercah Perubahan

Keuangan mikro mengacu pada layanan keuangan berskala kecil yang dirancang untuk mendukung individu dan usaha mikro yang belum memiliki akses ke perbankan formal. Meskipun operasionalnya menyerupai bank komersial kecil, tujuan mereka lebih dari sekadar mencari keuntungan finansial, mereka bertujuan untuk memperluas inklusi keuangan dan memberdayakan masyarakat yang kurang terlayani. Fungsi ganda komersial-sosial ini membuat keberlanjutan lembaga keuangan mikro menjadi semakin penting.

Keuangan mikro muncul dalam beberapa bentuk kelembagaan, termasuk:

  • Koperasi & BMT
  • BPR/BPRS
  • Lembaga Keuangan Non-formal: yayasan dan/atau di bawah program pemerintah

Semua model tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat untuk berkembang melalui akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Di Indonesia, LKM telah berkembang pesat selama 10 tahun terakhir karena beberapa alasan. 

Pertama, meningkatnya kebutuhan pembiayaan UMKM. Segmen utama lembaga keuangan mikro adalah UMKM, di mana 60% dari total portofolio LKM melayani UMKM.  Jumlah UMKM terus meningkat dan diperkirakan akan mencapai sekitar 65,5 juta unit pada tahun 2025 (OJK). Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan. 

Kedua, menyusutnya kelas menengah. Populasi kelas menengah turun dari 57,33 juta orang (21,45%) pada tahun 2019 menjadi 47,85 juta orang (17,13%). Sekitar 9,48 juta orang jatuh ke kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (CNBC). Hal ini mengindikasikan adanya pertumbuhan populasi piramida bawah yang dilayani oleh keuangan mikro. 

Ketiga, penyerapan tenaga kerja. Lembaga keuangan mikro membantu menciptakan lapangan kerja-misalnya, koperasi telah menyerap sekitar 669.164 tenaga kerja.

Akses terhadap kredit merupakan landasan untuk mendorong pertumbuhan yang adil dan pengentasan kemiskinan, seperti yang diakui oleh pemerintah. Lembaga keuangan mikro memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ini.

Akses inklusif terhadap layanan keuangan sangat penting, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pendidikan, dan perempuan. Sektor-sektor ini memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberdayakan individu.

 

Tags

Microfinance Cooperatives Rural Bank

Related Insights

You might also be interested in these insights

Need Expert Guidance?

Our consulting team can help you implement the insights from this article in your business.

Hubungi Kami